Review Event: Bedah Buku Alienasi (Keadaan Merasa Terasing) FLP Sumedang

Oleh 
Sri Al Hidayati 


Beberapa waktu yang lalu (26/11) FLP Sumedang mengadakan event bedah buku Alienasi dan juga open recruitment. Saya dari divisi Humas mewakili dari FLP Jabar hadir setelah sekian purnama nggak pernah melangkahkan kaki ke Jatinangor. Berbekal map dan ditemani mang ojek online akhirnya saya berputar-putar dulu mencari lokasi acara. Masya Allah tempatnya jauh di FIB jauhnya karena ngga tau dimana. Haha. 

Akhirnya dapatlah di Gedung C, dan setiba disana, saya bisa menyimak proses kreatif penulisan buku tersebut. 


Dalam perekrutan FLP Sumedang, peserta kebanyakan dihadiri oleh mahasiswa dari Unpad Jatinangor, dan DKM Al Mushlih Unpad. 


Buku Alienasi ini mendapat juara kategori cover yang dilombakan FLP se-Nasional  beberapa tahun silam. 

Dalam acara tersebut, para penulis buku "Alienasi" hadir dan berbagi kisah mengenai secuplik ide mereka, mengambil tema tersebut karena saat buku itu ditulis, kondisi saat itu sedang puncak-puncaknya Covid, sehingga Alienasi pun diambil sebagai inspirasi, sekaligus nama ini pun teori yang dikeluarkan oleh Karl Marx yang berarti proses menuju keterasingan. 

Sepanjang acara, yang menarik adalah terdapat tips-tips menulis dibagikan, dan saling melengkapi satu sama lain. 

Dari mulai Eika Vio, Windra Yunarsih, Sangaji, dan Ferio. Eika Vio dan Windra pun telah tembus di penerbit mayor, sehingga kita dapat menyimak tulisan seperti apa yang bagus dan menarik di mata juri. Ada saran-saran tips menulis seperti dari Eka yakni saat menulis untuk lomba misalnya, kita melihat tema tulisan yang dilombakan. 

Saat mengikuti lomba, kita dapat menulis sesuai tema, dan kita sebagai penulis pun harus jeli melihat juri menyukai tulisan seperti apa. Ada juri yang menyenangi tulisan romance, histori atau apa. Sehingga kita bisa menyesuaikan. 

Selanjutnya Penulis buku "Terjebak di Markas Rahasia" ini pun mengungkapkan yang penting dalam mengikuti lomba dan bertekad untuk menang jangan lupa untuk membaca karya pemenang event sebelumnya. Selain itu rajin baca, dan mencatat diksi baru yang dapat menjadi inspirasi bagi kita. 

Tips menulis dari Ferio, yakni dalam menulis penting sisi orisinalitas karya. Menurut Feri, harus ada hal yang membedakan naskah kita dengan naskah yang lain. Selain itu perkuat setting. 

Menurut Windra sendiri, tips menulis yang paling jitu baginya adalah menulis dengan deadline naskah. Kita misal menulis dengan deadline misal 1 bulan sudah selesai. Kemudian lulusan Biologi Unpad ini pun mengungkapkan janganlah mengedit naskah ketika menulis. Tapi editlah setelah naskah itu selesai. Karena kalau kita mengedit saat menulis, maka tulisan tidak akan selesai-selesai. Yang menjadi catatan dari penulis Denting Piano ini adalah menulis berdasarkan pengalaman. Kemudian cari masalah, cari konflik, dan selesaikan.

Berbeda dengan Sangaji yang terkadang menjadi harus dikontrol adalah mood saat menulis, dan butuh temen atau komunitas yang dapat mendukung semangat dalam menulis, dan salah satunya mendapat tempat sekali di FLP ini. 




Selamat kepada FLP Sumedang yang telah melaksanakan penerimaan anggota baru. Semoga lahir penulis baru yang dapat mencerahkan lewat tulisan dan menampilkan wajah FLP yang teduh, dan memberi inspirasi bagi para pembaca karya-karyanya. 

Komentar